Laman

Jumat, 01 Oktober 2010

banat

pernah mendengar kata banat?
apa yang terbersit dalam pikiran anda?
perempuan kah?
aneh kah?
takjub kah?
hebat kah?
dialah candradimukaku.
tempat ku menemukan segalanya,,
ilmu,,duni akhirat,,pengalaman,,cinta dan segala kenangan indah yang aku tiada pernah mendapatkan
banat,,
di Kota kretek
aroma rokok yang memberikan citra tersendiri saat aku mencium aromanya dan menyadaran lelapku acapkali aku belajar
banat,,
membuatku jauh dari orang tua
namun mengerti arti hidup mandiri,,
banat membawaku ke dalam dunia yang aku pikir di antariksa
yah,,banat

Kamis, 30 September 2010

ini aku

sudahkah kau mengenalku?
namaku siapa apa kau tahu?
apa agamaku?
siapa nabiku?
siapa tuhan yang aku sembah dan puja-puja apa kau pernah tahu?
mengerti kabarku apakah aku masih bernafas atau tidak saja bahkan kau tak tahu..
aku kenalkan saja siapa namaku agar kau tahu sedikit saja aku,,tak perlu banyak-banyak
nanti kau pusing dan kaget
iya,,ini aku
MOZART NUZUL APRILLIZA AM

kenapa tak mencintai peternakan dan pertanian dalam artian luas?

sadar nggak sih,,kalau Indonesia itu kaya
potensi alamnya begitu luar biasa,,tapi sekarang luar binasa karena tangan-tangan pengolahnya yang kurang berkompeten..
sadar nggak sih kalau negara kita itu membutuhkan pemuda-pemuda yang mencintai bangsanya dengan cara apapun,,dan berusaha membangun bangsanya dengan cara apapun juga,,
industrialisasi boleh kok terus berlangsung,,tapi ingant potensi lokal kita,,plasma nutfah bangsa kita juga perlu dilestarikan oleh manusia-manusia cerdas yang kompeten di bidangnya...malu atau memang benar-benar tidak tahu malu kalau negara yang potensi alamnya begitu hebatnya kok sampai ngimpor segala macam produk pertanian..jangan berusaha menyalahkan sesiapapun,,
tanyakan pada hati nurani kalian,,apakah kalian akan dengan bangganya memilih belajar di dunia pertanian,peternakan dan segala lingkup pertanian?
pasti dengan kompak akan menjawab TIDAKKK !!!
tengok negara tetangga kita Australia yang dengan gigih membangun dunia peternakan mereka,,masyarakat di sana dengan bangganya terjun dan mempelajarinya,,,bangsa jika ingin cerdas perlu sehat dan tentunya sehat itu karena kebutuhan pangan mereka terpenuhi..pangsa pasar dunia pertanian begitu besar,Jumlah penduduk kita besar..mau sampai kapan bangsa kita dijajah dengan barang-barang impor?

bagaimana kalau aku ngatain kamu egois?

seenaknya saja membuang asapmu ke depan mukaku
seenaknya saja kau nikmati sendiri kenikmatan duniawimu
seenaknya saja kau katalkan kau miskin?
padahal kau bakar usngmu sia-sia begitu..
di mana letak kemiskinanmu?heh?
seenaknya saja kau bilang kau tambah keren,,maskulin,dan lebih pede dengan kepulan-kepulan asap mu?
seenaknya saja kau tersenyum tanpa dosa saat orang-orang di sampingmu, di sekitarmu mulai gerah dan terbatuk-batuk,,,
dasar kau,,para perokok jahanam,,
bagaimana kalau aku ngatain kamu egois?

gara-gara

gara-gara aku terlahir di bumi
gara-gara aku manja
gara-gara aku cengeng
gara-gara aku sok sibuk
gara-gara aku ceroboh
gara-gara aku boros
gara-gara aku pengen pinter
dan gara-gara namaku mozart !!!

aq dan duniaku saat ini

aku saat ini sedang menuju dewasa
jadi aku belum dewasa
aku masih terlalu dibudakkan oleh idealismeku,nafsuku, dan egoku
aku sedang mencari jati diri
mencari tahu siapa aku sebenarnya
sejatinya aku itu ibadah untuk apa,
sekedar setor muka pada tuhanku
atau menuntut pahala dan surga dari dia
aku juga kenapa harus kuliahkalau aku hanya menjadi objek peninaboboan segala dongeng yang dibacakan dosen-dosen itu
buat apa?
kenapa aku tidak membaca saja sendiri di rumah?
malahan,aku biosa bebas menginterpretasikan apa-apa sesuaidengan pemahaman otakku
saat ini kenapa aku begitu menjadi pemberontak?
yang suka mengkambinghitamkan orang lain?
mengutuk pemerintah dngan segala kebijakannya yang irrasional dan seakan-akan bertolak belakang dengan rasioku.,..
kenapa saat ini aku jadi sering meragukan keadilan tuhan?
ada apa denganku?
aku terlalu sibuk dengan retorika-retorikaku,,,
tanpa menyempatkan menengok undang-undang tuhan,,
meliriknya saja aku semakin jarang,,,
aku seakan tak mengenal diriku lagi,,,?
tiba-tiba saat aku kangen tuhan aku tersedu-sedu tiap kali menyapanya,,
dan berharap dia terus menyayangiku,,memberiku segalanya
padahal tak pernah sedikitpun aku mengucap syukur pada-Nya..
apakah duniaku kejam,,tak mengajariku arti syukur dan ikhlas?
atau memang aku yang tuli dan buta dengan semuanya?
padahal aku berjanji ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk agama dan bangsanya..
tapi kenapa aku masih belum mampu berkontribusi untuk diriku sendiri yaitu duniaku,,naruniku